Pemanfaatan Lingkungan Sebagai Pembelajaran IPS

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi yang dilakukan di SMPN 12 Bandung, yaitu kurangnya antusias siswa untuk mengikuti pelajaran IPS dibanding dengan pelajaran lainnya. Observasi dilaksanakan beberapa kali pertemuan yang dimulai pada tanggal 13 Maret 2013 sampai dengan 22 Mei 2013. Peneliti melihat kurangnya guru memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar dalam pembelajaran IPS. Hal tersebut memberikan indikasi yang menjadikan suatu masalah dalam proses pembelajaran di kelas. Sumber belajar yang digunakan lebih banyak merujuk pada buku teks, sehingga kurang menggali potensi siswa. Berdasarkan hasil observasi tersebut, maka peneliti ingin memberikan satu alternatif solusi dalam proses pembelajaran yaitu dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar IPS, agar sumber belajar yang digunakan lebih bervariasi. Adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana perencanaan, pelaksanaan, hambatan, solusi dan hasil belajar dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar IPS. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar IPS di kelas VII K. Landasan teori yang digunakan sebagai bahan kajian dalam penelitian ini adalah konsep pendekatan lingkungan dalam pembelajaran IPS. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Hopkins. Pada pelaksanaan tindakan dilaksanakan empat siklus yang terdiri atas empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VII K SMP Negeri 12 Bandung. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Instrument yang digunakan yaitu observasi, wawancara, catatan harian, tes, penilaian sikap, dan penilaian performance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar IPS sangat baik karena dapat meningkatkan antusias siswa dalam pembelajaran, serta mempermudah siswa untuk memahami materi yang disampaikan guru. Hal tersebut dikarenakan proses pembelajarannya yang mengaitkan materi dengan pengetahuan dan pengalaman siswa, sehingga meningkatkan hasil belajar. Pelaksanaan penelitian mulai dari perencanaan, tindakan, hambatan dan upaya, serta hasil belajar yang diperoleh siswa tidak seluruhnya sesuai dengan yang telah direncanakan namun tetap dapat dilaksanakan. Jadi, pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar IPS ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil belajar pada ranah kognitif sudah sesuai yaitu mencapai ketuntasan dengan nilai di atas 75. Untuk hasil belajar afektif siswa sudah antusias dalam menanggapi materi yang telah disampaikan guru, siswa memperhatikan dan mau bertanya seputar pelajaran yang belum diketahuinya. Sedangkan hasil belajar dari psikomotornya adalah siswa mampu mempresentasikan hasil kerjanya dengan baik dan mau mengemukakan pendapatnya. Saran untuk guru IPS yaitu memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS.

A. Latar Belakang Masalah
Penelitian ini berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti di SMP Negeri 12 Bandung. Dalam observasi ini peneliti menemukan beberapa masalah yang terjadi dalam proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran tersebut banyak siswa yang kurang memperhatikan ketika guru menyampaikan materi. Para siswa tersebut sibuk dengan teman sebangkunya, ada yang sibuk bermain handphone, bahkan ada juga siswa yang sampai tertidur di dalam kelas.

Sumber belajar yang digunakan guru hanya mengacu kepada penggunaan buku teks dan informasi yang diberikan guru saja. Guru kurang memperhatikan perkembangan dan kebutuhan siswa. Guru merupakan salah satu dari sekian banyak sumber belajar yang ada. Bahkan guru hanya salah satu sumber belajar yang berupa orang, selain petugas pustakawan, petugas laboratorium, tokoh-tokoh masyarakat dan lain sebagainya.

Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar IPS dalam proses pembelajaran sangat penting, karena lingkungan merupakan sumber belajar yang sangat kaya dengan pengetahuan dan pengalaman siswa itu sendiri. Lingkungan sebagai media dan sumber belajar adalah segala kondisi di luar diri siswa dan guru baik berupa fisik maupun nonfisik yang dapat menjadi perantara agar pesan pembelajaran tersampaikan kepada siswa secara optimal. Sehingga setiap lingkungan yang secara sengaja digunakan dalam proses pembelajaran bisa disebut sebagai media pembelajaran ( Musfiqon, 2012: 133).

Hasil penelitian Permana (2006: 105) berdasarkan temuan di lapangan, penulis menyimpulkan bahwa proses pembelajaran dengan pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar dapat meningkatkan kualitas dan perolehan hasil belajar dalam pembelajaran IPS, karena suatu kegiatan yang dapat memberikan kelengkapan pengetahuan bagi siswa adalah situasi lingkungan di mana tersedia kemungkinan yang tidak terbatas untuk dijadikan arena dalam mengarahkan aktivitas belajar siswa. Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar dapat menciptakan siswa yang peduli terhadap lingkungan sekitarnya, karena siswa bersentuhan langsung dengan lingkungan di mana ia tinggal.

Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar IPS ini digunakan oleh peneliti dengan harapan hasil belajar yang diperoleh siswa akan semakin meningkat. Bukan hanya hasil belajar dari ranah kognitif akan tetapi dari ranah afektif dan psikomotornya. Tujuan lingkungan digunakan sebagai sumber belajar yaitu agar siswa diperkenalkan pada wawasan, kesadaran, dan kepedulian terhadap masalah lingkungan, karena hal ini merupakan modal dasar untuk bekal dalam rangka membangun kemampuan siswa untuk berpartisipasi secara relevan dalam mengatasi masalah yang berkaitan dengan lingkungan.

Menurut Komalasari (2010: 108) sumber pelajaran adalah segala sesuatu atau daya yang dapat dimanfaatkan oleh guru, baik secara terpisah maupun dalam bentuk gabungan, untuk kepentingan belajar mengajar dengan tujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi tujuan pembelajaran. Menurut Edger Dale dalam Musfiqon (2012: 129) sumber belajar adalah pengalaman-pengalaman yang pada dasarnya sangat luas, yakni seluas kehidupan yang mencakup segala sesuatu yang dapat dialami dan dapat menimbulkan peristiwa belajar. Sedangkan menurut Sudono dalam Astuti (2011: 12) sumber belajar adalah segala macam bahan yang dapat digunakan untuk memberikan informasi maupun keterampilan kepada siswa maupun guru. adapun pengertian luasnya menurut Sudono yaitu sumber belajar adalah semua yang dapat memberikan masukan dan informasi maupun pengertian kepada anak yang hal-hal dapat memudahkan pembelajaran siswa.

Dalam Musfiqon (2012: 130) sumber belajar memiliki komponen yaitu: (1) Pesan, (2) Orang, (3) Media, (4) Peralatan, (5) Teknik, (6) Lingkungan. Komalasari (2010: 109) sumber belajar dapat dibagi menjadi dua yaitu: (1) Sumber belajar yang dirancang, dan (2) Sumber belajar yang sudah tersedia dan tinggal dimanfaatkan. Pratikno (2008: 56) untuk memilih dan menggunakan sumber belajar IPS hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut: (1) Sumber belajar yang digunakan harus sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, (2) Materi dan sumber pengajaran yang diberikan harus sesuai dengan tingkat perkembangan siswa, (3) Sumber dan materi pengajaran yang dipilih hendaknya mempertimbangkan perbedaan kemampuan intelektual siswa, (4) Materi dan sumber pengajaran hendaknya selalu dievaluasi, (5) Pengembangan sumber belajar bergantung pada kemampuan guru.

Sumber belajar dalam kegiatan pembelajaran sangat diperlukan sekali. Oleh karena itu, sumber yang digunakan dalam proses pembelajaran harus banyak dan bervariasi. Dalam pemilihan dan penggunaannya juga disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan siswanya. Banyak sumber belajar yang dapat digunakan oleh guru ketika proses pembelajaran. Namun, intinya sumber yang digunakan guru tidak membingungkan untuk siswanya ketika menerima pelajaran yang disampaikan guru.

Lingkungan sebagai media pembelajaran adalah segala kondisi di luar diri siswa dan guru baik berupa fisik maupun nonfisik yang dapat menjadi perantara agar pesan pembelajaran tersampaikan kepada siswa secara optimal. Sehingga setiap lingkungan yang secara sengaja digunakan dalam proses pembelajaran bisa disebut sebagai media pembelajaran (Musfiqon, 2012).

Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar dalam pembelajaran IPS sangat penting karena bertujuan untuk mengembangkan siswa agar memiliki pengertian dasar mengenai dunia sosial yang tepat berada di lingkungannya, akan lebih mengarahkan minat dan perhatian siswa untuk mengenali lingkungan yang berada di luar sekolah, dan dengan pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar pencapaian dan hasilnya belajar lebih efektif.

Keuntungan memanfaatkan lingkungan sebagai media dan sumber belajar adalah sebagai berikut: (a) Menghemat biaya karena memanfaatkan benda-benda yang ada di lingkungan, (b) Praktis dan mudah dilakukan, tidak memerlukan peralatan khusus, (c) Memberikan pengalaman yang riil kepada siswa agar pelajaran menjadi lebih konkrit dan tidak verbalistik, (d) Karena benda-benda tersebut berasal dari lingkungan siswa maka benda-benda tersebut akan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa, (e) Pelajaran lebih efektif, maksudnya materi belajar yang diperoleh siswa melalui media lingkungan kemungkinan besar akan dapat diaplikasikan langsung, karena siswa akan sering menemui benda-benda atau peristiwa serupa dalam kehidupannya sehari-hari, (f) Media lingkungan memberikan pengalaman langsung kepada siswa. Dengan media lingkungan, siswa dapat berinteraksi secara langsung dengan benda, lokasi atau peristiwa sesungguhnya secara ilmiah, (g) Lebih komunikatif sebab benda dan peristiwa yang ada di lingkungan siswa biasanya dicerna oleh siswa dibandingkan dengan media yang dikemas (desain).

Hasil belajar menurut Gagne dalam Cheliawati (2010: 9) dapat didefinisikan sebagai suatu proses, di mana suatu organisme berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman. Perubahan perilaku dapat berupa perkembangan dari berbicara, berpikir, mengingat, memecahkan masalah atau berbuat kreatif dan tentunya hal ini membutuhkan proses dan waktu. Pengalaman merupakan penyebab terjadinya proses belajar, namun bagaimana sebenarnya siswa memperoleh pengetahuan dalam pikirannya sehingga dapat dikatakan bahwa siswa tersebut telah belajar.

Menurut Sudjana dalam Astuti (2009: 21) hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman-pengalaman belajarnya. Hasil belajar merupakan indikator yang paling mudah untuk menentukan dan mengetahui serta menilai tingkat prestasi atau keberhasilan belajar siswa dalam setiap mata pelajaran. Dalam sistem pendidikan nasional penilaian hasil belajar menggunakan klasifikasi dari Benyamin Bloom. Menurut Makmun (2007: 26) secara garis besar taksonomi dari Bloom itu adalah sebagai berikut ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotor.

Hasil belajar yang diperoleh oleh siswa setelah memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar mengalami perubahan yang sangat baik dari setiap siklusnya, di mana hasil belajar mengalami peningkatan baik pada ranah kognitif, afektif maupun ranah psikomotornya. Pada ranah kognitif hasil belajar sudah sesuai dengan yang diharapkan yaitu mencapai ketuntasan dengan nilai di atas 75. Hasil belajar pada ranah afektif dapat terlihat dari antusias siswa dalam menanggapi materi yang disampaikan oleh guru, siswa memperhatikan yang disampaikan guru, dan kemauan siswa untuk bertanya kepada guru. Sedangkan pada ranah psikomotor dapat dilihat dari kemampuan siswa ketika mempresentasikan hasil diskusinya dengan baik, mampu mengemukakan pendapatnya, dan mau bertanya kepada guru mengenai bahan pelajaran yang belum jelas dan belum dimengerti.

Jadi apabila seorang siswa dikatakan telah belajar IPS, maka siswa akan berubah perilakunya dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotornya. Guru hendaknya melakukan penilaian hasil belajar mencakup seluruh perubahan perilaku siswa tersebut. Berkenaan dengan pengertian tersebut pembelajaran merupakan proses, terdapat tiga unsur pembelajaran yang dapat dibedakan yaitu pengajaran, pengalaman, dan hasil belajar.

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana perencanaan pembelajaran dengan pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar IPS untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS?. (2) bagaimana proses pelaksanaan pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar IPS untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS?. (3) bagaimana hasil belajar yang diperoleh siswa setelah pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar IPS untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS?. (4) bagaimana hambatan pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar IPS untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS?. dan (5) bagaimana solusi dari hambatan tersebut?.

 Oleh : Dewi Sri Lestari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *