Bandung, Senin (31/1), Digulati sepanjang tahun, kekerasan seksual masih jadi pergumulan bangsa Indonesia sampai saat ini. Siaran pers telah dilakukan Komnas Perempuan untuk mensosialisasikan Catatan Tahunan ( CATAHU) 2022, tercatat sebanyak 338. 496 permasalahan kekerasan seksual yang sudah diadukan pada tahun 2021. Bagi informasi CATAHU 2021 Komnas Perempuan, dalam kurun 10 tahun terakhir (2010- 2020), angka kekerasan seksual terhadap wanita banyak mengalami kenaikan, mulai dari 105.103 kasus pada tahun 2010 sampai menggapai 299. 911 kasus pada tahun 2020. Jika ditarik rata- rata peningkatan kasus ini menjadi 19, 6% per tahunnya. Hanya pada tahun 2015 serta 2019, angka tersebut hadapi sedikit penyusutan, ialah tiap- tiap sebanyak 10, 7% serta 22, 5% kasus.
Kekerasan intim bisa terjalin di mana saja, tercantum dalam lingkup pembelajaran. Di antara bermacam jenjang pembelajaran, akademi besar menempati urutan awal dalam perihal terbentuknya permasalahan kekerasan intim paling banyak antara tahun 2015- 2021( Komnas Wanita, 2021). Menurut pandangan Foucault (dalam Gordon, 2018), kekerasan seksual dapat terjadi karena adanya variabel penting, seperti kekuasaan, konstruksi sosial, dan target kekuasaan. Jika ketiga variabel tersebut disatukan, maka dapat menimbulkan suatu intensi terjadinya kasus kekerasan seksual. Apabila salah satu dari ketiganya ada yang tidak muncul, maka tindak kekerasan seksual tidak akan terjadi. Maka atas maraknya kasus tersebut, sebagai tindakan preventif Bidang sosial dan politik BEM HIMA PIPS mengadakan talkshow dengan tema “bersama lawan kekerasan seksual di lingkungan kampus” yang diadakan secara zoom meeting dan dihadiri oleh mahasiswa pendidikan IPS.

Talk show yang diadakan mengundang pemateri handal dalam bidangnya sebagai Kepala Pusat Kajian Pendampingan Krisis LPPM UPI yaitu, Hani Yulindrasari, S.Psi, M. Gendst., Ph.D dan
Ketua UKM Great UPI, Sheila Jasmine. Talkshow yang dilaksanakan banyak menarik atensi mahasiswa Pendidikan IPS yang diharapkan bisa lebih memperhatikan lagi lingkungan kampusnya. Rid.Naida Khumaira
