Melihat kesuksesan Olimpiade Guru pada tahun 2021, di tahun 2022 Olimpiade Guru IPS Nasional kembali digelar. Kali ini, tema yang diusung adalah “Meningkatkan Pembelajaran IPS melalui Kompetensi 4C (Critical Thinking, Communication, Collaboration, dan Creativity) dalam Menghadapi Era Society 5.0” dan dilaksanakan secara online tanggal 11-12 Maret 2022 dengan Mia Desiany sebagai ketua pelaksana serta Muhammad Arief Rakhman, S.E., M.Pd sebagai dosen pembimbing. Olimpiade Guru IPS tahun 2022 diikuti oleh 66 guru se-Indonesia, yang mana jumlah tersebut termasuk jumlah peserta terbanyak selama Olimpiade Guru IPS dilaksanakan. Bentuk acara pada kegiatan Olimpiade Guru IPS Nasional dibagi menjadi 2 (dua) babak yaitu babak penyisihan dan babak final. Pada babak penyisihan peserta akan mengerjakan soal sebanyak 75 butir dalam waktu 75 menit melalui website E-Ujian yang mana soal tersebut mencakup ke-IPSan, profesionalisme dan pedagogik. Lalu pada babak final, peserta melakukan presentasi menggunakan Zoom Meeting baik berupa power point interaktif maupun video yang menampilkan proses pembelajaran IPS berlandaskan Kompetensi 4C (Critical Thinking, Communication, Collaboration dan Creativity) yang sebelumnya telah dikirim pada tahap registrasi.
Pada babak penyisihan tanggal 11 Maret 2022, terdapat 10 peserta dengan nilai tertinggi yang berhak melaju ke babak final. 10 peserta tersebut di antaranya :
- Aris Ariyanto dari SMP Nurul Fikri Boarding School
- Nisa Hanifah dari SMPIT Assyifa
- Khaerunnisa dari SMPN 2 Jawilan
- Yuningsih dari SMPN 2 Pabayuran
- Dewi Aryanti dari MTSN 10 Tasikmalaya
- Nur Azizah dari MTSN 4 Demak
- Siti Kudoifah dari SMP Ar-Rohmah Putri
- Eris Parisi dari MTSN Probolinggo
- Yayu Sari Rahayu dari SMPI Cendikia
- Annisa Siti Nurhayati dari SMPN 1 Pakem
Selanjutnya pada tanggal 12 Maret digelar babak final dari Olimpiade IPS SMP/MTS ini. Pada babak final, 10 peserta dengan nilai tertinggi melakukan presentasi mengenai inovasi pembelajaran IPS berdasarkan keterampilan 4C sesuai nomor urut yang telah dilakukan oleh panitia. Juri pada babak final berasal dari dosen Pendidikan IPS UPI yakni Dr. Acep Supriadi, M.Pd., M.AP dan Dra.Yani Kusmarni, M.Pd. Aspek yang dinilai dalam babak final ini di antaranya penguasaan materi, dukungan data, manajemen waktu, cara dan sikap selama presentasi, kelengkapan materi, orisinalitas materi, gagasan atau inovasi, kesesuaian dengan tema serta desain power point. Berdasarkan penilaian di babak final, didapatkan 3 (tiga) orang pemenang :
- Aris Ariyanto dari SMP Nurul Fikri Boarding School dengan perolehan nilai 379
- Eris Parisi dari MTSN Probolinggo dengan perolehan nilai 370
- Nisa Hanifah dari SMPIT Assyifa dengan perolehan nilai 365
Selain mendapatkan e-sertifikat, seluruh peserta pun berkesempatan mengikuti Webinar Guru IPS Nasional dengan tema “Meningkatkan Pembelajaran IPS melalui Kompetensi 4C (Critical Thinking, Communication, Collaboration, dan Creativity) dalam Menghadapi Era Society 5.0” dengan pemateri Satriawan Salim, S.Pd., M.Si selaku Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan Guru (P2G) serta Dr. Erlina Wiyanarti, M.Pd selaku Dosen Pendidikan IPS UPI. Banyak apresiasi yang diungkapkan oleh para peserta kepada baik secara langsung di Zoom Meeting maupun di grup WhatsApp peserta.
“Alhamdulillah tahun ini saya dari Makassar bisa ikut berpartisipasi kegiatan Olimpiade dan tak lupa apreasiasi untuk panitia. mohon tahun depan kami diundang kembali.” ungkap Bu Yenti dari SMPN 5 Pekanbaru.
“Seringkali kami sebagai guru dipusingkan dengan adanya seminar dari sana sini dan topik yang beragam tetapi masih sulit dipahami. Alhamdulillah melalui webinar guru IPS yang diselenggarakan oleh UPI yang memang bidangnya lumayan berisi dan dapat meningkatkan semangat.” ungkap Bu Sutarni dari SMPN 9 Tambun Selatan.
Semoga dengan adanya Olimpiade Guru IPS Tingkat Nasional ini dapat membantu mengarahkan guru dalam mengaplikasikan metode pembelajaran IPS yang aktif, inovatif, kreatif berlandaskan kompetensi 4C guna meningkatkan kemampuan dan daya kreativitas peserta didik SMP/MTS khususnya dalam bidang Ilmu Pengetahuan Sosial. Rid. Rizal Akbar
